fbpx
logo
RENTAL TRAIL MALANG & OFF ROAD TOUR ORGANIZER
Jalan Simpang Sulfat Utara 63, Malang, East Java
+628123399902
motoeastjava@gmail.com

Follow us

Etika Dalam NgeTrail

Etika Dalam NgeTrail

Setiap hobi, atau aktifitas yang tidak hanya melibatkan diri sendiri, yang memerlukan interaksi dengan lingkungan sekitar pasti memerlukan etika tersendiri agar kegiatan tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Tidak dipandang sebagai penggangu atau malah dilarang kegiatannya karena terjadi ketidaksinergian hubungan antara masyarakat dan juga alam terhadap penggiat kegiatan tersebut.

Sebagai penggiat atau penghobi olah raga offroad termasuk di dalamnya Trail/Dirtbike, pasti kita akan banyak berinteraksi dengan lingkungan seperti yang telah disebut diatas. Ada satu hal yang kadang kita lupakan saat kita nge-Trail, entah sengaja atau tidak, dan karena terbawa adrenalin ataupun untuk menunjukkan eksistensi, beberapa oknum melupakan etika saat berkendara. Baik di lingkungan hutan ataupun di area pemukiman penduduk. Tidak jarang beberapa oknum tersebut (sekali lagi), sengaja atau tidak, kedapatan merusak atau melindas kebun/sawah penduduk, membuang sampah sembarangan di hutan dan membuka jalur yang tidak semestinya sehingga merusak lingkungan.
Maka agar hobi dan olah raga kita ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, maka perlu adanya etika dalam kegiatan kita tersebut. Di bawah ini sebagian etika saat kita melaksanakan kegiatan offroad :

1. Ketika melalui jalan umum, termasuk jalan di perkampungan.
Kendarailah motor dengan santun (polite), tidak perlu kebut-kebutan atau “mbleyer-mbleyer” knalpot.
Jika ada warga, anak kecil atau hewan peliharaan melintas, berilah kesempatan mereka dahulu. Jangan main serobot dan tidak mau mengalah.

2. Ketika konvoi melewati jalan raya.
Jangan sampai mengganggu pengguna jalan lainnya. Jalan umum adalah milik semua orang, hargai juga orang lain yang mau lewat. Tidak perlu ngebut di jalan raya, karena motor trail ga bisa buat ngebut di jalan raya, malah beresiko karena trail sulit handlingnya di jalan aspal.

3. Jika off road di sekitar ladang atau lahan pertanian.
Jangan sekali-kali melindas tanaman petani. Jika itu terjadi karena “kecelakaan” alias tidak sengaja segera minta maaf ke petani, dan kalau perlu ganti biaya kerusakan tersebut.
Demikian juga saat kita sedang haus karena menghadapi medan offroad, tiba-tiba melintas di area kebun buah-buahan, jangan main petik aja. Kalau memang haus dan terpaksa, mintalah baik-baik ke petani tersebut, jangan asal main comot aja.

4. Buka jalur.
Minimalkan membuka jalur offroad baru, yang hal tersebut berarti membuka hutan. Lebih baik gunakan jalur yang sudah ada saja. Selain itu, kalau gak berpengalaman, salah-salah bisa masuk jurang.

5. Jangan pernah membuang sampah sembarangan.
Jangan buang sampah sembarangan saat kita ber-offroad ria. Sampah plastik, botol minuman ataupun puntung rokok. Sampah-sampah tersebut sangat sulit hancur secara alami, jadi bisa-bisa di hutan akan banyak sampah yang menumpuk. Puntung rokok juga bisa menyebabkan kebakaran hutan, apalagi saat musim kemarau. Bawalah selalu kantong untuk sampah dan tempat untuk puntung rokok Anda.

6. Interaksi dengan binatang liar.
Jika ada binatang liar yang melintas di jalur offroad, berikan kesempatan binatang itu untuk lewat dulu.
Jangan main tabrak, apalagi kalau ternyata binatang tersebut adalah hewan yang dilindungi. Bisa-bisa kita akan kena pidana karena membunuh binatang/hewan yang dilindungi. Ancaman penjaranya 5 tahun lho!!! Dan binatang tersebut adalah penghuni asli hutan, mereka yang lebih dulu ada ketimbang kita. Nah, artinya kita adalah ‘Tamu”, jadi kita harus punya etika di “rumah” para binatang tersebut.

7. Etika “KNALPOT”.
Ada pandangan yang keliru tentang knalpot. Katanya knalpot yang suaranya menggelegar itu identik dengan laju motor yang kencang? Ah itu kuno, justru sekarang dunia dirt bike internasional lagi ramai-ramai mengurangi kebisingan suara knalpot. Di USA dan Eropa kalau kita mau offroad atau bahkan pertandingan motocross itu sudah diatur soal kebisingan knalpot, beberapa negara membatasi maksimum 96 Db. Kalau lebih dari itu, yah tidak diperbolehkan. Semua pabrikan knalpot trail ternama seperti FMF dan Pro circuit sekarang itu justru memproduksi knalpot yang tingkat kebisingan rendah, namun dengan tenaga dahsyat! Jadi kalau masih ada yang berfikir motor trail itu harus suara knalpotnya menggelegar bagai halilintar, pikiran itu perlu ditendang jauh-jauh, maaf itu pandangan jadul.

8. Offroad malam hari.
Minimalkan offroad saat malam hari, karena pada malam hari, suara motor akan lebih terdengar nyaring.
Ini akan berpotensi lebih mengganggu bagi penduduk yang berada di dekat jalur offroad. Dan pasti akan mengusik ketenangan binatang hutan. Bisa-bisa ada monyet yang jatuh dari pohon karena kaget dengan suara motor. Dan tolong di ingat, para petani di malam hari sudah dalam kondisi capek-capeknya, setelah seharian bekerja keras di ladang, sehingga perlu istirahat. Jangan sampai mereka merasa terganggu dengan kehadiran kita di malam hari, apalagi dengan suara motor yang meraung-raung.

9. Saat istirahat atau parkir.
Usahakan saat istirahat, berhenti, parkirkan motor/kendaraan offroad dengan rapi. Ingat, yang memakai jalan bukan hanya kita. Penduduk sekitar juga pasti menggunakan jalur tersebut, walaupun hanya jalan kaki, kalau kita parkir kendaraan kita seenaknya, maka mereka akan terganggu.

Salam Satu Jalur!

sumber: jaildotcom13

No Comments

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.